Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
ASEP FIRDAOS
Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya. Jangan sungkan untuk mampir lagi ke sini

Ratusan atribut kampanye para calon legislatif berhasil dibersihkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Purwakarta, Senin (6/4). Atribut yang masih terpasangan ditempat umum ini dinilai melanggar karena sudah memasuki masa tenang.

Ketua Panwascam Purwakarta, Tjimplung MD, pihaknya telah bergerak membersihkan alat kampanye ini sejak pagi hingga sore hari. Pembersihan dilakukan pada arah Jalan Sasak Beusi, Basuki Rahmat, Ahmad Yani, Sudirman, sampai dengan Kapten Halim. Di jalan raya ini masih banyak terpasang atribut seperti baligho, spanduk, bendera, poster dan stiker.

Karena terlalu banyak jumlah alat kampanye yang terpasang, Cjimplung mengakui, pembersihan atribut satu hari belum bisa menuntaskan seluruhnya. Karena dengan personil panwascam yang dibantu dengan 10 Petugas Pengawas Lapangan (PPL) se Kecamatan Purwakarta tak bisa membersihkan semua alat kampanye yang ada.

“Kami sudah menghimbau kepada para caleg melalui partai politik, untuk membersihkan alat kampanye masing-masing. Karena jika harus seluruhnya harus bersihkan oleh kita gak mungkin selesai semua,” ungkap Tjimplung.

Pihaknya pun melihat sejumlah alat kampanye sudah banyak yang dicopot oleh para caleg masing-masing. Terbukti sejumlah baligho ukuran besar sudah tidak ada di jalan-jalan umum. Alhasil pihaknya tak perlu lagi kesulitan untuk melepasnya.

Kemudian, Tjimpung pun menghimbau kepada seluruh masyarakat agar turut aktif dalam mensukseskan pemilu ini. Salah satunya dengan turut membersihkan alat kampanye yang masih terpasangan di lingkungan masing-masing. Terutama yang terpasangan di dekat areal lokasi yang akan dipergunakan untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS). (frd)

Panitia Pengawas Pemilu

Nasib malang menimpa LN (13) warga Kampung Cikadu RT. 09/06 Desa Sukatani Kecamatan Sukatani, Purwakarta. LN yang merupakan siswa kelas dua MTs Al-Hikmah Munjuljaya ini menjadi salah satu korban penjualan orang (trafficking). Kini, kasus yang menimpanya itu masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Purwakarta.

Adalah Triandi Setiawan alias Andi (34) warga Kampung Anjun RT. 01/05 Plered, Purwakarta dan Muhamad Soleh alias Oleh (40) warga Gamprit Jatiwaringin Pondok Gede Bekasi, yang menjadi terdakwa dalam kasus ini. Para terdakwa ini dianggap telah menjadikan LN sebagai gadis malang pemuas para hidung belang. Mereka kini didakwa hukuman sesuai undang-undang perdagangan orang.

Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Purwakarta, Suyat, SH, Senin (6/4) di ruang kerjanya menerangkan, proses sidang trafficking ini sudah sampai tahap pemeriksaan saksi. Saat ini baru 4 orang saksi yang telah diperiksa di persidangan. Mereka adalah saksi korban, orang tua korban, dan teman korban.

Menurut keterangan para saksi, lanjut Suyat, LN terjebak menjadi korban treffiking saat bertemu dengan Andi di Kampung Anjun Plered pada Nopember 2008 lalu. Di sana, Andi menawari LN pekerjaan di café dan restouran luar negeri dengan biaya administrasi sebesar Rp. 500 ribu. Karena gaji yang dijanjikan sebesar Rp. 3 juta per bulan, membuat LN terperanjat menerima tawaran Andi.

Setelah berhasil meyakinkan LN dan M.Makmur (orang tua korban), LN akhirnya diberangkatkan ke Bekasi diantar langsung oleh Andi. Ternyata sesampai di Jatigebang Pondok Gede Bekasi, LN dan Andi sudah ditunggu beberapa orang. “ Sesuai pengakuan terdakwa, di sana ia mendapat uang sebesar Rp. 1 juta sebagai imbalan mengantar LN,” ujar Suyat.

Kemudian, korban LN dibawa sejumlah orang yang tak dikenalnya ke rumah Oleh di Jl. Gamprit No. 49 Pondok Gede Bekasi. Menurut keterangan LN, di rumah penampungan itu sudah terdapat beberapa wanita seusianya.

Beberapa minggu tinggal di penampungan, LN lalu diberangkatkan ke Malaysia. Di sana, LN dibawa ke suatu hotel dan diserahkan ke seseorang bernama Ellen warga Malaysia. Nyatanya LN dipaksa melayani puluhan laki-laki hidung belang.

Setelah ke sepuluh kalinya, LN akhirnya mengungkapkan tidak sanggup lagi melayani laki-laki kepada Ellen. Namun, malah marah besar dan menganggap LN memiliki hutang sebesar 3.000 ringgit atau setara dengan Rp. 9 juta kepada Ellen. Hutang sebesar itu bisa terlunasi jika LN sudah melayani sebanyak 120 orang laki-laki.

Saat mendapat kesempatan, LN berhasil menghubungi orang tuanya. LN menceritakan nasib yang dialaminya selama tinggal di Negeri Jiran itu. Lantas, M. Makmur melaporkan Andi ke Polres Purwakarta sebagai orang yang bertanggungjawab untuk mengembalikan LN.

Alhasil, LN dapat dipulangkan ke tanah air. Hasil visum di RSUD Bayu Asih, diketahui selapot dara LN melangami robek lama sampai dasar dengan tanda-tanda peradangan oleh benda tumpul. Visum tersebut kemudian menguatkan penyelidikan polisi untuk menyerahkan kasus tersebut ke kejaksaan dan pengadilan. (frd)

Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Purwakarta akan menertibkan seluruh atribut calon legislatif pada tiga hari masa tenang. Termasuk gambar caleg yang banyak terpampang pada angkutan umum.

“ Kami sudah berkoordinasi dengan pihak instansi pemerintah, DKP (dinas kebersihan pertamanan) dan Satpol PP. Besok jam 9.00, kita bersama dua instansi ini akan melakukan razia besar-besaran. Termasuk pada angkutan umum yang memasang gambar-gambar calon,” ungkap Ketua Panwaskab Purwakarta, Syarifudin MT, Minggu kemarin.

Sehingga, pihaknya menghimbau kepada para sopir dan Organisasi Pengusaha Angkutan Daerah (Organda) untuk mencopot gambar-gambar caleg yang terpasang di mobil angkutan umum. “ Karena apabila dirazia sama kita, khawatir akan mengganggu aktifitas mereka,” katanya.

Selama masa tenang ini, kata Syarif, dirinya sudah memerintahkan kepada seluruh petugas Panwascam dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL) untuk membersihkan atribut calon. Sehingga mulai hari ini razia akan dilaksanakan secara serentak di 17 kecamatan. Yang menjadi sasaran diantaranya atribut seperti baligho, spanduk, poster, dan bendera.

Hanya ada beberapa atribut kampanye yang tak akan dicopot jika terpasang di sekretariat partai dan posko. “ Kalau atribut yang dipasang di luar sekretariat dan posko akan kita habiskan, walaupun terpasang beberapa meter saja,” tegasnya.

Bahkan, ia pun menghimbau kepada para pemilik perusahaan media televisi, radio dan media cetak untuk menghentikan iklan-iklan para caleg. Karena iklan di media pun dapat berpengaruh besar pada masa-masa tenang seperti ini.

Kemudian, pengawasan di hari tenang ini bukan dilakukan dengan razia atribut saja. Namun pihaknya pun telah memerintahkan panwascam dan PPL untuk turut mengawasi aktifitas caleg. “ Dikhawatirkan ada caleg yang masih melakukan kampanye atau melakukan maney politik,” terang Syarif.

Jika kedapatan caleg yang melakukan kampanye atau maney politik, lanjut Syarif, pihaknya tak segan-segan akan memproses si caleg secara hukum. Karena pelanggaran itu termasuk kepada pidana. (asep firdaos)

Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Akbar Tanjung menyatakan bersedia menjadi calon presiden pada pemilihan presiden (pilpres) 9 juli 2009 mendatang. Alasannya, ia merasa telah memiliki pengalaman yang cukup untuk mengabdi kepada masyarakat.

“ Saya siap kembali mengabdi kepada bangsa dan negara. Saya pernah menjadi menteri sekian lama, menjadi anggota DPR bahkan menjadi ketua DPR pada tahun 1994-1999. Kemudian saya juga berpengalaman dalam memimpin organisasi seperti memimpin Partai Golkar, KNPI dan HMI,” kata Akbar pada kampanye terbuka Partai Golkar di Lapang sepak bola di Desa Cilenca Kecamatan Bojong, Purwakarta, Minggu kemarin.

Menurut Akbar, proses penjaringan bakal calon presiden partai golkar telah ditetapkan. Sebanyak 7 orang tokoh golkar sudah disebut-sebut sebagai bakal calon presiden. Yakni terdiri dari Yusup Kalla, Sri Sultan Hamengkubowono X, Surya Palo, Akbar Tanjung, Agung Laksono dan Aburizal Bakrie.

Namun dari ke tujuh nama tokoh itu akan melalui tahap survey oleh satu lembaga survey. Kemudian hasil survey akan diputuskan oleh pimpinan lembaga survey. Diperkirakan putusan akan dilaksanakan pada akhir April 2009 nanti.

Ditambahkan Agung, Yusup Kalla sebagai Ketua Umum Partai Golkar sekaligus wakil presiden sudah menyatakan kesiapannya menjadi capres Partai Golkar. “ Bahkan beliau menyatakan jika menjadi presiden, beliau akan lebih maju dan bekerja lebih cepat,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Agung, Yusup Kalla pun berjanji akan meningkatkan pembangunan ekonomi lebih maju dari pembangunan saat ini. Dengan menjadi presiden dinilai akan lebih leluasa dalam mengambil keputusan membangun bangsa dan negara.

Dengan begitu, sebagai pimpinan Partai Golkar membuat Yusup Kalla memiliki peluang cukup besar menjadi capres. Walau begitu Yusup Kalla pun harus melalui tahapan-tahapan seperti penjaringan bakal calon, surpey dan pengambilan keputusan.

Kemudian, Akbar menilai Partai Golkar saat ini sudah saatnya mencalonkan capres. Pasalnya, Golkar memiliki pengalaman yang panjang dalam politik dan pemerintahan. Terbukti selama 6 kali pemilu pada tahun 1971 hingga 1997 golkar selalu menang. Untuk itu, Partai Golkar kini kembali bertekad melanjutkan perjuangannya untuk mengabdi kepada masyarakat. (Asep Firdaos)

Minggu, Februari 8

Anak Jalanan

Banyak cara dilakukan orang untuk memberbuat kebajikan. Seperti halnya dilakukan diri ku saat ini. Aku kini tengah mencoba untuk memberikan sebagian hidup ini untuk membantu orang lain. Yakni dengan cara mengelola para gelandangan, anak jalanan, dll. Entah apa aku berpikir dengan lumbuk hatiku yang paling dalam, bahwa orang-orang jalanan memang membutuhkan bimbingan. Bukannya aku sudah merasa paling benar. Tapi ingin ini aku lakukan hanya untuk membuktikan diri ku bisa membantu orang lain. Kini mereka aku bina, selama itu banyak tantangan yang pernah aku hadapi. Namun ku coba untuk tegar menghadapinya. Karena aku yakin rintangan hanya sebuah jalan untuk menuju keberhasilan. Usaha aku saat ini lambat laun sudah nampak berhasil. Dokrin dan saran atas pengalaman hidup telah aku berikan kepada mereka. Sebagian kecil diantara mereka kini sudah mulai memahami arti pentingnya hidup ini. Tapi aku tak jamin mereka akan bisa menjadi pejuang hidup yang mampu berbakti pada sesama.***