Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya. Jangan sungkan untuk mampir lagi ke sini

PURWAKARTA – Tempat Pemungutan Suara (TPS) 6 yang terletak di Kampung Babakan Bunder RT 09/03 Desa Bunder Jatiluhur Purwakarta, diduga dirusak orang tak dikenal, Rabu (8/4) dini hari. Bilik suara yang telah selesai dibuat Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) dan warga setempat diketahui rusak akibat sayatan benda tajam. “ Diperkirakan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB sampai pagi hari. Saya juga baru tahu setelah mendapat kabar dari seorang anggota KPPS bernama Hendi. Lalu saya mendatangi lokasi untuk memeriksa. Ternyata benar, bilik suara yang terbuat dari karung sudah sobek-sobek bekas pisau,” ujar Ketua KPPS TPS 6 Desa Bunder, Dadang Ruhiyana, di lokasi kejadian. Selain itu, lanjut Dadang, ia juga melihat ada bekas bakaran api pada salah satu bagian karung bilik suara. Namun, bekas apinya tidak terlalu besar. “Kayaknya api keburu padam. Sehingga tidak merusak perlengkapan yang lain seperti meja,” katanya. Menurut Dadang, bilik yang telah dibuat di TPS 6 berjumlah 4 kamar. Yang mengalami kerusakaan hanya satu bilik suara. Sisanya masih dalam keadaa utuh. Sehingga, dalam waktu singkat bilik suara yang rusak sudah dapat diperbaiki kembali. Alhasil, peristiwa ini tidak akan mempengaruhi pelaksanaan pemungutan suara. Selain itu, imbuh Dadang, dirinya pun mendapat laporan bahwa dua kendaraan milik seorang petugas KPPS bernama Dadi dan Hendi dilumuri kotoran manusia. Melihat kondisi begitu, akhirnya ia melaporkan peristiwa tersebut ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) setempat. Lalu laporan diteruskan ke polisi. Namun ia tak habis pikir atas terjadinya peristiwa ini. Pasalnya, ia merasa sebelumnya tidak memiliki masalah dengan orang lain. Sehingga, Dadang pun tidak bisa menduga siapa pelaku dari perusakaan ini. Hanya ia juga meyakinkan bahwa pelaku aksi perusakan bukan orang sekampungnya. “Mungkin orang luar,” ujar Dadang. (frd/and)

0 komentar:

Posting Komentar

kami butuh saran dan kritik mu..