Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya. Jangan sungkan untuk mampir lagi ke sini

Generasi muda di Purwakarta lebih tertarik menjadi pendukung daripada menjadi pemain. Hal itu terbukti dalam antusiasme mereka dalam mendukung Persib Bandung. Mereka menunjukan sikap fanatisme dalam terhadap kesayangan masyarakat Jawa Barat itu. Tak jarang, juga mereka harus melupakan keselamatan jiwa hanya untuk menyaksikan laga Maung Bandung.
 
“Belum lama ini penonton dari Purwakarta meninggal. Anak malang itu jatuh di kereta api saat akan menyaksikan pertandingan Persib. Nyawa mereka disayangkan hanya untuk mendukung tim asal Jawa Barat. Kalau mereka cinta ke daerah, semestinya bukan hanya mendukung. Tetapi harus menjadi pemain,”  ujar Dodo (38), seorang pelatih sepakbola.
 
Sementara ini, generasi Purwakarta memang belum siap untuk tampil di lapangan. Untuk begitu, harus ada upaya pelatihan dan pembinaan mental terhadap mereka. Salah satunya dengan penyebaran sekolah olahraga, seperti sekolah sepakbola (SSB). “Lihat saja di SSB yang ada saja, peminatnya tidak terlalu banyak. Paling banyak, paling sekitar 100 anak,” katanya.
 
Hal itu membuat keberadaan SSB tak mampu bertahan lama. Tak sedikit SSB yang kini tinggal nama. “Kalau begitu mau bisa besar bagaimana olahraga di kita. Memang bukan karena pengelolaan sekolah olahraganya yang salah. Tetapi memang peminatnya juga kurang,” tandas Dodo.
 
Untuk itu, ia merasa perlu ada pembinaan secara serius dari pemerintah daerah untuk mengembangkan minat masyarakat terhadap olahraga itu. Dengan difasilitasnya oleh pemkab, diharapkan ketertarikan generasi muda untuk menggali potensinya semakin berkembang. Selama ini, pemkab pun seperti tak lagi peduli dengan olahraga itu.***

0 komentar:

Posting Komentar

kami butuh saran dan kritik mu..